*Aziza Restu Febrianto
Pada tahun 2026ini, usiaku telah menginjak 40
tahun—sebuah fase yang sering disebut banyak orang sebagai jembatan menuju
paruh baya. Mempertimbangkan usia yang makin menua, aku ingin selalu berusaha
menjaga keseimbangan antara rutinitas kerja dan kehidupan pribadi demi
memastikan kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik.
Di luar kesibukan rutin
mengajar dan meneliti, aku memiliki passion besar di bidang musik yang sering aku
salurkan lewat bermain gitar sambil bernyanyi. Kegiatan bermusik ini terbukti
sangat ampuh membuatku santai dan rileks setelah menghadapi penatnya rutinitas
kerja harian.
Selain asyik mengulik melodi,
aku juga sangat peduli dengan kesehatan dan kebugaran tubuh. Makanya, aku rutin
melakukan strength training
(angkat beban) agar badan tetap fit, kuat, dan berenergi. Olahraga angkat beban
ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil (SD)—terinspirasi dari
serial anime terkenal, Dragon
Ball, yang membuatku ingin memiliki bentuk tubuh seperti bangsa Saiyan
(hehe). Namun, seiring bertambahnya usia dan kesibukan hidup, rutinitas ini
sempat pasang surut, terutama ketika dihadapkan pada pekerjaan yang lebih
banyak menguras otak daripada otot.
Sementara itu, untuk urusan
kardio, aku baru mulai serius berlari pada tahun 2024 setelah menyadari betapa
pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Melihat kembali perjalanan
ini, aku menyadari bahwa hidup di usia 40 tahun bukan tentang mengurangi
aktivitas, melainkan bagaimana menata ulang ritmenya. Mungkin mulai saat ini
dan seterusnya, rutinitas dan pilar kehidupanku resmi bertambah menjadi apa yang
kusebut sebagai "Sapta
Darma" atau 7 M:
1.
Mengajar
– Menularkan ilmu dan berinteraksi dengan mahasiswa.
2.
Meneliti
– Terus berkontribusi dalam pengembangan akademik.
3.
Mengabdi
– Memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
4.
Melatih
otot rangka – Menjaga kekuatan fisik lewat strength training.
5.
Melatih
otot jantung – Menjaga stamina dan kebugaran lewat berlari.
6.
Mengulik
lagu – Melepaskan penat dan merawat jiwa lewat musik.
7.
Membersamai
keluarga – Menghadirkan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.
Hidup adalah sebuah
perjalanan panjang untuk terus belajar menyelaraskan antara tanggung jawab
profesional dan kebahagiaan pribadi. Semoga langkah kecil ini bisa terus
konsisten membawa energi positif, tidak hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga
bagi siapa saja di sekitarmu.
