Selasa, 20 Oktober 2026

Sapta Darmaku

 


*Aziza Restu Febrianto

Pada tahun 2026ini, usiaku telah menginjak 40 tahun—sebuah fase yang sering disebut banyak orang sebagai jembatan menuju paruh baya. Mempertimbangkan usia yang makin menua, aku ingin selalu berusaha menjaga keseimbangan antara rutinitas kerja dan kehidupan pribadi demi memastikan kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik.

Di luar kesibukan rutin mengajar dan meneliti, aku memiliki passion besar di bidang musik yang sering aku salurkan lewat bermain gitar sambil bernyanyi. Kegiatan bermusik ini terbukti sangat ampuh membuatku santai dan rileks setelah menghadapi penatnya rutinitas kerja harian.

Selain asyik mengulik melodi, aku juga sangat peduli dengan kesehatan dan kebugaran tubuh. Makanya, aku rutin melakukan strength training (angkat beban) agar badan tetap fit, kuat, dan berenergi. Olahraga angkat beban ini sebenarnya sudah menjadi kebiasaanku sejak kecil (SD)—terinspirasi dari serial anime terkenal, Dragon Ball, yang membuatku ingin memiliki bentuk tubuh seperti bangsa Saiyan (hehe). Namun, seiring bertambahnya usia dan kesibukan hidup, rutinitas ini sempat pasang surut, terutama ketika dihadapkan pada pekerjaan yang lebih banyak menguras otak daripada otot.

Sementara itu, untuk urusan kardio, aku baru mulai serius berlari pada tahun 2024 setelah menyadari betapa pentingnya menjaga kesehatan jantung.

Melihat kembali perjalanan ini, aku menyadari bahwa hidup di usia 40 tahun bukan tentang mengurangi aktivitas, melainkan bagaimana menata ulang ritmenya. Mungkin mulai saat ini dan seterusnya, rutinitas dan pilar kehidupanku resmi bertambah menjadi apa yang kusebut sebagai "Sapta Darma" atau 7 M:

1.      Mengajar – Menularkan ilmu dan berinteraksi dengan mahasiswa.

2.      Meneliti – Terus berkontribusi dalam pengembangan akademik.

3.      Mengabdi – Memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

4.      Melatih otot rangka – Menjaga kekuatan fisik lewat strength training.

5.      Melatih otot jantung – Menjaga stamina dan kebugaran lewat berlari.

6.      Mengulik lagu – Melepaskan penat dan merawat jiwa lewat musik.

7.      Membersamai keluarga – Menghadirkan waktu berkualitas bersama orang-orang tercinta.

Hidup adalah sebuah perjalanan panjang untuk terus belajar menyelaraskan antara tanggung jawab profesional dan kebahagiaan pribadi. Semoga langkah kecil ini bisa terus konsisten membawa energi positif, tidak hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga bagi siapa saja di sekitarmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar