Sabtu, 09 Juli 2016

5 Sikap dan Kebiasaan Sukses



 5 Sikap dan Kebiasaan Sukses


Aziza Restu Febrianto


Banyak sekali tips-tips hidup sukses yang beredar di dunia maya. Saya mencoba merangkumnya menjadi 5 Sikap dan kebiasaan orang sukses. Cukup sederhana dan mudah-mudahan kita dapat mengamalkannya. Amin

  •   Memiliki Tujuan, Tetap Fokus dan Terus berjuang

Orang-orang besar tidak pernah melewatkan satu haripun dalam hidupnya tanpa adanya tujuan yang jelas. Mereka selalu mempunyai daftar rencana/ things to do yang harus mereka raih setiap harinya dan menetapkan tujuan hidup yang jelas pada periode tertentu. Setelah mereka sudah mendapatkan apa yang menjadi tujuannya, mereka akan fokus dan tetap komitmen serta berjuang sampai titik darah penghabisan, sampai pada akhirnya semua rencana dan tujuan itu teraih dengn lancar. Mereka juga mengerti bahwa kehidupan itu terus berubah dan dia selalu belajar mengikuti perubahan jaman itu sampai akhir hayat mereka.

  •  Siap Menerima Kegagalan

Tidak ada orang yang mendapatkan kesuksesan secara instant. Semua pasti membutuhkan proses yang panjang dan berliku. Justru kegagalan dan kebangkrutan merupakan pelajaran hidup yang sangat berharga. Dengan kegagalan, kita bisa belajar untuk tidak mengulanginya lagi dan berusaha mencari jalan alternatif untuk mendapkan sesuatu yang lebih besar.
  •  Selalu Belajar
Orang besar belajar dari kehidupan sehari-harinya. Belajar tidak harus diartikan dengan mengikuti kelas kuliah atau pelatihan. .Justru kehidupan yang selalu berubah menuntut mereka untuk selalu meng-upgrade wawasan dan keterampilan. Mereka juga belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah mereka lakukan dan tidak pernah menyerah begitu saja dengan kesalahan itu.
  •     Percaya Diri
Setiap orang sukses selalu percaya bahwa mereka pasti dapat meraih tujuan yang sudah mereka rencanakan. Mereka bisa berhasil karena selalu mempercayai bahwa mereka mempunyai potensi yang dapat dimaksimalkan. Mereka juga tahu kekurangan mereka dan lebih banyak fokus pada kelebihan mereka.

  •    Menjaga Kesehatan
Kesehatan merupakan kunci dari semua keberhasilan. Bagaimana mungkin kita bisa meraih tujuan hidup jika tubuh kita tidak mampu diajak bekerja keras. Oleh karena itu menjaga kesehatan adalah hal yang sangat dibutuhkan. Hanya dengan makan teratur, istirahat yang cukup, dan sedikit berolah raga, maka kesehatan dapat menuntun kita pada jalan kesuksesan.

Dilarang keras menyimpan tulisan ini tanpa mengaplikasikannya!

Ngawi, 10 Juli 2016

Jumat, 01 Juli 2016

Be Yourself and Do the Best



 Be Yourself and Do the Best
Kunci Hidup Sukses dan Bahagia


Aziza Restu Febrianto


Tulisan ini terinspirasi oleh kisah dan ucapan ibu menteri sosial Chofifah Indar Parawangsa yang menghadiri undangan pada sebuah acara Talk Show di Trans 7. Mungkin apa yang beliau ceritakan dalam acara tersebut sangat sederhana dan umum. Namun ketika itu disampaikan oleh seseorang yang berkarakter kuat seperti beliau, semua menjadi luar biasa dan menginspirasi. “Be Yourself and Do the Best” merupakan pesan terakhir dari beliau yang membuat saya selalu teringat dan tersentuh. Pesan ini sangat biasa, tapi menurut saya maknanya sangat mendalam. Berikut adalah poin-poin penjelasan yang saya tangkap dari pesan beliau ini.

  • Be Yourself/ Menjadi diri sendiri
Mungkin banyak diantara kita yang sudah tidak asing lagi dengan ungkapan ini. Namun seperti biasa, semua ungkapan memang mudah diucapkan, tapi susah sekali untuk dijalani. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang selalu bisa mengamalkan semua pemikiran positif yang kita miliki. Menjadi diri sendiri ini memang memiliki banyak tantangan jika kita tidak memegang prinsip yang kita yakini. Tidak jarang kita mendapat godaan untuk tidak percaya pada diri kita sendiri. Sehingga yang sering terjadi adalah kita mudah sekali untuk tidak bersyukur dan kurang menghargai diri kita sendiri karena melihat apa yang dimiliki orang lain. Makanya pepatah yang mengatakan bahwa ‘Rumput tetangga itu terlihat lebih hijau’ memang benar adanya. Terkadang kita juga sering merasa bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu yang besar seperti orang-orang sukses yang kita lihat disekitar kita atau di media massa. Ada juga karena keterbatasan biaya dan lemahnya ekonomi orang tua, kita menjadi putus asa untuk melanjutkan pendidikan dan mencari ilmu. Padahal seandainya kita yakin dan percaya bahwa kita bisa berusaha dan mencari jalan keluar, pasti semua yang kita inginkan akan menjadi nyata. Semua hanya soal waktu dan kesabaran saja. Fenomena ini dalam istilah psikologi biasa disebut dengan Mental Block. Setiap orang memiliki potensi untuk menciptakan Mental Block mereka sendiri. Mental Block muncul karena kekhawatiran tentang apa yang kita pikirkan mengenai keadaan dan tantangan hidup yang dihadapi atau peristiwa dan pengalaman di masa lalu.

Perasaan minder dan tidak percaya pada diri yang kemudian muncul Mental Block ini sering menimpa kebanyakan orang. Contohnya tidak hanya anak remaja yang putus sekolah dan memilih hidup keras di jalanan atau memutuskan untuk menjadi buruh kasar, tapi juga orang dewasa yang memilih untuk bekerja keras dengan berpenghasilan pas-pasan. Seandainya mereka tahu potensi yang mereka miliki dan terus fokus dan mengembangkan kreatifitasnya, aku yakin mereka akan menjadi orang yang benar-benar sukses dengan bidangnya itu. Aku yakin setiap manusia yang terlahir di dunia ini memiliki bakat dan minat sebagai anugerah dari Tuhan. Hanya saja permasalahannya adalah bagaimana kita mencari dan menekuni anugerah itu sebagai wujud ikhtiar dan rasa syukur. Misalnya, sesorang yang memiliki minat dan bakat di bidang gambar dan visualisasi, dengan bakatnya itu dia bisa berkembang dan menyesuaikan bidangnya dengan perkembangan jaman seperti halnya seni graphic design dan digital painting. Kemudian keterampilan ini diikuti dengan belajar product marketing sehingga bisa bersaing di pasaran dan menghasilkan pendapatan. Mereka yang berbakat musik dan tarik suara juga bisa mencoba menunggah video performance mereka di social media dan YouTube untuk memperoleh banyak penggemar dan popularitas. Masih banyak sekali contoh lainnya yang bisa kita jumpai dan itu semua membutuhkan kepercayaan diri dan komitmen kita. Kepercayaan diri yang tinggi itu juga dibutuhkan dalam dunia kerja. Karyawan yang memiliki penampilan meyakinkan, percaya diri dan terlihat optimis akan memberikan kesan baik bagi perusahaan. Pimpinan perusahaan akan lebih percaya pada mereka yang memiliki sikap dan pemikiran yang positif daripada yang biasa-biasa saja. Pada akhirnya sikap positif dan optimis ini akan membawa mereka pada puncak sukses karir di perusahaan tempat mereka bekerja.

  • Do the Best/ Lakukan yang terbaik
Setelah kita memiliki rasa kepercayaan diri dan menemukan bidang/ passion yang kita geluti, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah bekerja keras dan berkomitmen yang tinggi. Banyak sekali orang ahli dan pintar dalam bidang tertentu yang pada akhirnya mengalami kegagalan dan putus asa dikarenakan ketidakmampuan mereka dalam mengelola sikap kerja keras dan mental yang optimis. Kegagalan dan kebangkrutan merupakan hal yang wajar dalam hidup. Pemikiran inilah yang harus kita tanamkan dalam diri kita. Tugas kita dalam hidup ini hanyalah berikhtiar sekeras mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Justru setiap kegagalan yang kita alami memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita agar tidak mengulanginya lagi dan berusaha mencari upaya dan cara alternatif lain yang lebih baik lagi.

Selain kegagalan dan kebangkrutan, tantangan hidup lain yang mengganggu sikap konsisten kita adalah kritikan. Kepercayaan diri kita sebenarnya banyak diuji melalui kritikan dan komentar dari orang lain atau bahkan dari orang terdekat kita. Kita harus tahu bahwa tidak ada orang besar di dunia ini yang berhasil tanpa adanya kritikan atau bahkan cemo’ohan. Setiap kali memulai suatu usaha, selalu saja ada orang yang berkomentar macam-macam tentang kita. Padahal jika kita meng-iyakan dan mengikuti omongan orang tentang diri kita itu, sama sekali kita tidak akan bisa mencapai tujuan hidup kita. Hal ini dikarenakan tiap orang memiliki pengalaman, peristiswa, karakter, dan nasib yang berbeda-beda. Sehingga apa yang mereka ucapkan tentang hidup kita hanyalah sekedar asumsi tak mendasar saja. Yang bisa kita lakukan sebenarnya hanyalah mengambil bagian positif dari asumsi itu dan menjadikannya sebagai cambuk bagi kita untuk bisa melakukan hal yang lebih besar.

Semoga tidak hanya tulisan yang ditulis dan dibaca, tapi juga tindakan yang harus mengikutinya pula. Amin

Senin, 27 Juni 2016

Path to Final Decision






Path to Final Decision

Aziza Restu Febrianto


Setelah secara resmi ditetapkan sebagai pemeroleh beasiswa/ Awardee LPDP pada tanggal 10 Desember 2015, tugasku selanjutnya adalah mencari Letter of Offer/ Acceptance (LoA) Unconditional dari Universitas di luar negeri. Kali ini aku harus mendapatkan LoA itu dari universitas di Negara berbahasa Inggris/ English speaking countries yang masuk dalam daftar LPDP karena aku berjanji kepada tim seleksi wawancara akan melanjutkan kuliah di Negara itu. Tantangan yang cukup berat bagiku karena untuk dapat diterima di salah satu universitas, aku harus mendapatkan skor rata-rata IELTS 6.5 – 7 dan masing-masing bagian tidak boleh dibawah 6. Selain itu biaya IELTS juga cukup mahal bagiku. Secara aku harus keluar uang hampir 3 juta hanya untuk mengambil tes. 

Saat mendaftar LPDP, aku sudah memegang LoA Conditional dari 2 universitas di Australia, yaitu Monash University dan University of Wollongong (UoW). Setelah berfikir dan merenung panjang, akhirnya aku memilih University of Wollongong sebagai tujuan kuliahku. Setelah dinyatakan lulus seleksi, aku tercatat sebagai Awardee dengan UoW Australia sebagai universitas tujuan. Namun yang aku heran adalah saat seleksi wawancara dulu tim penyeleksi justru memberikan saran kepadaku untuk kuliah di kampus yang lebih besar dan tinggi peringkatnya. Mempertimbangkan perkataan penyeleksi, aku mulai berfikir bahwa sebenarnya ada peluang untuk bisa pindah universitas seandainya aku lulus nanti. Walaupun aku juga sadar diri karena belum bisa memenuhi syarat IELTS, sebenarnya ada juga sih keinginan untuk pindah kampus tujuan jika seandainya aku lulus. Jadi kuncinya adalah hanya dengan modal sertifikat IELTS yang memenuhi standard, aku bisa memilih universitas manapun yang aku suka. Istilahnya IELTS ini adalah SIM yang wajib diambil untuk bisa kuliah di Negara berbahasa Inggris.

Selesai kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) selama 6 hari di Depok (18-23 Januari 2016), aku mulai fokus mempersiapkan IELTS. Aku butuh sekitar 2 bulan untuk persiapan ini, dimulai dari awal Februari hingga akhir Maret agar aku bisa mengambilnya di awal April (2 April 2016). Kisah dan pengalaman mempersiapkan IELTS ini akan aku share di artikel lain di blog ini.  Sambil mempersiapkan IELTS, aku mencari universitas yang cocok mulai dari Browsing informasi di portal website hingga mendatangi agennya. Proses pencarian ini membuatku melirik beberapa universitas di Inggris/ United Kingdom. Yang membuatku tertarik untuk kuliah di Inggris adalah reputasi system pendidikan yang sangat tinggi dan lingkungan belajar yang bagus. Selain itu UK juga dekat dengan Negara-negara lain di Eropa sehingga aku bisa sekaligus belajar budaya dari Negara yang berbeda. Nah, waktu itu aku menjatuhkan pilihanku pada University of Nottingham dan mendapatkan LoA Conditional darinya pada tanggal 16 Maret 2016. Selain cukup terkenal, kampus ini juga tidak mensyaratkan skor IELTS yang tinggi-tinggi amat…hehehe. Yang jelas aku juga harus mencari alternative kampus bagus jika skor IELTS ku masih kurang.

Singkat cerita, akhirnya aku bisa memperoleh skor IELTS standard yang bisa aku gunakan untuk mendaftar universitas sesuai keinginanku. Setelah mendapat sertifikat IELTS, akupun langsung berfikir kenapa aku tidak mengambil kesempatan untuk kuliah di universitas terbaik dunia. Saatnya surfing mencari informasi kampus di UK seperti Cambridge dan Oxford. Sayang sekali waktu mengunjungi website resmi mereka, jurusan yang sesuai tidak aku temukan di Cambridge. Meskipun bidangku masih ada kaitannya dengan Linguistik yang available di Cambridge, aku lebih tertarik untuk mendalami bidang pendidikan. Pilihan kedua adalah Oxford University. Tapi kesal juga karena periode pendaftarannya sudah tutup di bulan Maret. Well, ya sudahlah… Udah nasib untuk tidak bisa kuliah di dua kampus top ini. By the way, walaupun masih ada kemungkinan untuk mendaftar kampus di Amerika alias USA yang rata-rata bereputasi tinggi itu, tidak tahu kenapa aku susah sekali tertarik. Jujur, keinginan pertamaku sebenarnya adalah ingin mengetahui kehidupan Eropa yang kata orang sangat civilized sekali. Sehingga aku belum jatuh cinta pada USA meskipun aku sangat suka dengan gaya mereka dalam berbahasa inggris......haha.

The hunting action continued dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang jurusan pendidikan terbaik di dunia. Portal www.topuniversities.com/university-rankings dan https://www.timeshighereducation.com  ini yang menjadi sumber utama pencarianku. Selain itu aku juga bertanya pada agen-agen mereka seperti Sun Education cabang Semarang dan IDP pusat Jakarta . Proses pencarianpun berakhir dan aku bisa mendapat kesimpulan 3 universitas terbaik di UK di bidang pendidikan, yaitu:

  •        University College London (UCL)
  •              University of Edinburgh (UoE)
  •           University of Manchester (UoM)

      Untuk bisa diterima dan kuliah di salah satu universitas top itu, aku harus mengambil langkah strategis…hehe. Pada intinya aku harus mengambil posisi aman yaitu dengan mendaftar universitas yang aku memiliki kemungkinan diterimanya. Pertama, aku putuskan untuk mendaftar University of Manchester dengan jurusan MA TESOL melalui agen Sun Education di Semarang. Sambil menunggu aku juga mendaftar University of Edinburgh pada tanggal 30 April 2016 dengan jurusan yang sama secara mandiri. Karena ingin mendapatkan kepastian LoA dari kampus yang lebih baik, akhirnya aku memutuskan untuk mengirim surat ke pihak admission University of Edinburgh yang menyatakan bahwa untuk keperluan beasiswa saya sangat membutuhkan LoA Unconditional segera. Alhamdulillah….SubhanallAh…. Dalam waktu 2 hari, suratku mendapatkan balasan yang positif. Tepat pada tangga 3 Mei 2016 secara resmi aku mendapatkan LoA unconditional. 

Bahagia sekali rasanya karena hanya dalam waktu yang singkat aku bisa mendapatkan respon positif dari kampus yang top di dunia.  Namun, 2 hari kemudian perasaan galau menghantuiku karena aku mendapatkan pesan dari Sun Education melalui What’s Up berisi ucapan selamat telah mendapat LoA Unconditional dari University of Manchester. Di satu sisi, aku sangat bersyukur bisa diterima di dua universitas top ini. Tapi disi lain aku harus memilih salah satu. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya aku putuskan untuk mengambil Edinburgh dan membatalkan kuliah di Manchester. Sumpah….gak enak banget rasanya udah ngrepotin Sun Education untuk proses aplikasi ke Manchester yang akhirnya aku Cancel. Karena rasa gak enak ini, aku konsultasi dulu ke pihak Sun Education tentang rencanaku ini. Mereka menyarankanku untuk membuat surat pernyataan Cancel beserta semua alasan-alasan yang bisa diterima. So, aku buat deh surat itu dengan perasaan berat hati. Gilaa… PHP banget aku ya. Tapi keputusan ini insyaAllah demi amanah beasiswa dan masa depan yang lebih baik tentunya.

Well….mendapatkan LoA Unconditional dari University of Edinburgh bukan berarti aku langsung puas begitu saja. Aku masih dihantui rasa penasaran yang tinggi untuk melirik University College London (UCL) dimana reputasi dan rankingnya sangat bagus. Banyak sekali para Awardee LPDP yang mendaftar di kampus ini. Setelah membaca semua referensi tentang kampus, tidak salah bahwa UCL menempati Ranking 7 di dunia untuk tahun 2016/2017. Yang membuatku takjub adalah peringkat jurusan Education yang menempati posisi pertama di dunia menurut QS World Ranking.  Walaupun ingin sekali mendaftar di UCL, masih ada keraguan dalam diri apakah aku bisa diterima dan menjalani kuliah di kampus itu ya. Akupun sempat bertanya-tanya ke rekan atau kenalan yang sudah kuliah disitu serta salah satu agen UCL di Jakarta. Sempat kaget karena katanya program MA TESOL sudah ditutup pendaftarannya. Akupun sempat urung mendaftar setelah mengetahui kabar ini. Kabar tidak baik ini sempat membuatku putus asa, tapi berbekal keyakinan aku mencoba mencoba mencari informasi lebih lanjut di website resminya dan menemukan bahwa pendaftaran masih dibuka hingga 29 Juli…. Sebel juga telah dibohongi. Pelajarannya, jika ingin mendaftar kuliah dan mantab dengan pilihan kita, mending kita coba saja cari informasinya sendiri. Tidak semua agen pendidikan itu baik hati memberikan informasi sesuai keinginan kita. Terkadang karena promosi, banyak diantaranya menawarkan universitas lain yang belum tentu sesuai dengan kita. 

Setelah mendapatkan informasi tentang prosedur pendaftaran dan rekomendasi dari 2 orang dosen, akhirnya ini nih my final decision!

10 Mei : Applying for MA TESOL Program di UCL and sending a letter to the department (Gourlay Lesley)
11 Mei: First refence submitted
12 Mei: Second reference submitted
17 Mei: Response from Andrea Revesz
18 Mei: LoA Unconditional was issued


Alhamdulillahirabbil'alamin......
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan.....
Sujud syukur......
SubhanAllah....... 


Unconditional LoA from The University of Manchester



Unconditional LoA from The University of Edinburgh



Unconditional LoA from University College London/ UCL Institute of Education

Jumat, 17 Juni 2016

Pre-Departure Event




Pre-Departure Event

UCL Institute of Education


By Alumi Embassador and Student representative
At DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro, Jl. Pegangsaan Timur No. 17, Cikini – Menteng, Jakarta Pusat, 10310, Indonesia


Aziza Restu Febrianto


Pada hari Sabtu, 11 Juni 2016 aku menghadiri sebuah acara Pre-Departure Event oleh perwakilan Institute of Education (IOE) University College London (UCL) di Hotel Double Tree Hilton di Jl. Pegangsaan Timur No. 17, Cikini – Menteng, Jakarta Pusat. Dalam acara ini aku bersyukur bisa bertemu dengan beberapa teman awardee LPDP lainnya yang akan kuliah di fakultas yang sama pada 26 September 2016 nanti. Selanjutnya ada 3 orang pemateri yang hadir pada event ini. Salah satunya adalah mba Sri Saraswati yang merupakan lulusan dari IOE dengan spesialisasi Education Management sekitar tahun 2001 yang lalu. Di awal presentasi, datanglah mba Ince Dian Apriliyani Azir yang kebetulan merupakan mahasiswi  MA TESOL di UCL Institute of Education tahun ini. Saat ini dia sedang mendapatkan kesempatan pulang ke tanah air untuk  melakukan penelitian Thesis selama 11 hari. Dia berinisiatif menyempatkan diri untuk datang membantu kita mempersiapkan keberangkatan ke London nanti…SubhanaAllah. Sebelum event pun mba Ince juga sudah sangat aktif membantu memberikan informasi dan menjawab berbagai macam pertanyaan kita via media sosial seperti Telegram, Line dan facebook. Bahkan untuk datang ke acara ini, dia juga sudah berkomunikasi secara langsung dengan pihak international office, Mr. Danielle Noem.

Event ini diawali dengan cerita sejarah IOE dan UCL oleh mba Sri Saraswati. Beliau tentunya juga berbagi pengalaman sewaktu kuliah di IOE yang dulu belum diakuisisi oleh UCL. Walaupun begitu IOE sudah masuk peringkat terbaik dunia di bidang pendidikan saat itu. Selesai cerita, kemudian dilanjutkan dengan kepengurusan VISA. Beliau selalu menekankan bahwa mengurus VISA ke United Kingdom (UK) sama sekali tidak sulit. Asalkan semua dokumen terpenuhi, maka proses akan lancar. Beliau juga memberikan gambaran bagaimana prosesnya dan apa yang harus dilakukan ketika sudah mendapatkannya. Tentu saja salah satunya adalah akomodasi. Beliau mengingatkan kita bahwa Deadline pemesanan Student Hall di UCL adalah tanggal 30 Juni 2016 sehingga kita harus segera melakukan Booking ASAP karena walaupun sudah memesan, kita juga akan masuk antrian panjang. Sebenarnya tinggal di Student Hall ini hanyalah salah satu pilihan. Kita bisa juga tinggal di Private House yang ada di sekitar kampus. Mbak yang biasa dipanggil Ati ini memberikan saran jika ingin mendapatkan tempat tinggal yang lebih murah, pilihlah Student Hall. Selain itu kita juga akan dapat berinteraksi dan belajar budaya mahasiswa lain dari berbagai Negara yang tinggal disini. Jika kita ingin memilih Private House, pastikan juga lokasinya. Lokasi tempat tinggal yang paling dekat berada di ZONA 1. Sedangkan ZONA 2 dan 3 lokasinya lebih jauh untuk menuju ke kampus. Setelah dokumen dan beberapa perlengkapan keberangkatan kita sudah siap, langkah selanjutnya adalah memikirkan tentang apa yang akan kita lakukan saat pertama kali tiba di kota London.  

Mempersiapkan diri saat tiba di kota London sangtalah crucial khususnya cuaca yang sangat extremely different dengan Indonesia. Tapi beliau bilang, kita tidak usah membawa pakaian hangat yang banyak dari rumah karena itu akan percuma karena kita bisa membelinya saat tiba disana dengan harga yang murah. Lagipula dengan banyaknya barang yang kita bawa, kita akan justru terbebani. Terkait dengan barang bawaan ini, beliau selalu menekankan kepada kita untuk tidak membawa barang yang banyak karena semua itu bisa dibeli di London. 

Berikut adalah list barang yang harus kita bawa saat melakukan perjalanan ke UK dari Mr. Danielle:
1.       Hand Luggage/ tas tangan
-          Valuables (Phone, wallet, iPod, etc)
-          Passport (containing visa if applicable)
-          UCL Unconditional Offer Letter and/ or CAS email
-          Financial evidence atau bukti keuangan dari sponsor
-          Alamat akomodasi di UK
-          Tickets/ online flight booking
-          Sejumlah uang receh dalam Poundsterling (untuk keperluan transportasi, makan, dsb saat pertama kali sampai di London

2.       Hold Luggage/ Koper besar
-          Saat packing, pastikan terdapat label identitas dalam Bahasa Inggris
-          Periksa berat koper kita. Jika beratnya melebihi standard, maka akan ada biaya tambahan. FYI, berat standard koper untuk pesawat Garuda bisa mencapai 40 kg. Sedangkan untuk pesawat lainnya adalah 30 kg.
-          Fotokopi semua dokumen penting seprti VISA, Passport, Foto Passport, dsb.
-          Pakaian – Pastikan pakaian yang kita bawa sesuai dengan kondisi semua cuaca di London. Akan lebih menghemat jika kita membelinya saat kita sampai disana nanti.
-          Barang-barang elektrik termasuk Travel Adaptor dan barang pribadi lainnya.
-          Jangan membawa semua barang yang dimiliki. London memiliki ratusan toko untuk semua itu dengan harga yang terjangkau.

3.       Apa yang tidak usah dibawa?
-          Barang – barang yang bisa dibeli di UK.
-          Buku. Sejumlah buku yang kita bawa justru akan menambah beban koper dan mempersulit kita sendiri. Kita juga tidak perlu mempersiapkan buku – buku bacaan untuk kuliah karena daftar buku/ Reading list akan diberikan saat kita kuliah nanti.
-          Handuk dan tempat tidur. Dengan barang bawaan semacam ini, selain memenuhi koper, anda juga akan mendapatkan kompensasi biaya tambahan secara lokal di UCL.
-          Beberapa benda terlarang. Untuk mengetahui benda-benda yang terlarang untuk dibawa, kita bisa melihatnya di http://www.hmrc.gov.uk/customs
 
Saat tiba di kota London nanti, jika kita ingin mendapatkan transportasi murah menuju kampus dan tempat tinggal kita, beliau menyarankan untuk tidak memakai Taksi karena biayanya sangat mahal. Kita biasa memakai Tube atau bis kecil. Sedangkan selama kita tinggal di London, alangkah lebih baiknya kita juga membiasakan diri untuk memasak. Pengeluaran untuk makan dengan memasak ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan membeli makan diluar. Nah, untuk peralatan dan perkakasnya biasanya disediakan di Student Hall bagi yang tinggal disana. Untuk yang tinggal di Private House, itu tergantung Landlordnya sih. Sedangkan untuk bahan-bahan memasak seperti bumbu, sayur mayur, ikan dan daging bisa didapatkan di China Town. Semua bahan itu sangat terjangkau harganya disana. Selain itu mie instant yang kita jumpai di Indonesia juga akan banyak kita temui disana.

Masih banyak sebenarnya informasi yang diperoleh tentang persiapan studi di London dan UK pada event kali ini. Jika ditulis, bisa menghabiskan banyak halaman….hehe. Kalau ada yang ingin tahu informasi lebih lanjut, tanyakan saja langsung di emailku atau sosmed ku. Dengan senang hati aku akan membalasnya. Thank you.

Pada saat mengetik artikel ini aku sedang mengurus tes kesehatan dan TBC di Rumah Sakit Premierre Jatinegara dan tinggal di sebuah kos sekitar Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Aku memutuskan tinggal di kos ini karena lokasinya yang cukup dekat dengan kantor LPDP. Besuk aku berencana mengumpulkan kontrak yang diminta LPDP untuk dikirimkan sebelum tanggal 14 Juni 2016. Bismillah… Mudah-mudahan besuk semua urusan diperlancar dan ini akan menjadi momen yang tak terlupa dalam hidupku…Amin.


Jakarta, 13 Juni 2016